Menjalin Erat Silaturahmi dengan Berbagi Kurban

Dusun Haur Bentes, Desa Jugalaya Jaya Kec. Jasinga Kab. Bogor, sebuah desa yang mungkin tidak banyak diketahui orang. Jarak tempuh dari kota Bogor hampir mencapai 70 km dan 20 km dari kecamatan Jasinga serta berbatasan dengan Provinsi Banten. Mayoritas penduduk desa bekerja sebagai buruh kasar dengan penghasilan yang relatif rendah sehingga menyebabkan banyak penduduknya yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Kondisi ini tergambar jelas dari kondisi infrastruktur bangunan rumah penduduk. Masih banyak rumah panggung yang berdindingkan anyaman bambu (gedeg). Selain itu juga masih banyak penduduk yang menggunakan kayu bakar untuk memasak karena tidak mampu membeli bahan bakar gas yang harganya sangat mahal. Contoh untuk gas elpiji yang ukuran 3 kg saja harus dibayar Rp 25 rb diluar ongkos ojeg sebesar Rp 10 rb.

Momen idul kurban yang biasanya di daerah lain “banjir” daging kurban tetapi tidak sama halnya dengan di desa Jugalaya Jaya yang masih minim pekurban karena memang mengingat kondisi ekonomi penduduknya yang rata-rata masih di bawah garis kemiskinan. Hanya 2 ekor dari Kurban Terbaik yang bisa dinikmati tahun ini. Semoga makin banyak di tahun depan. Amiin.

Mewujudkan Populasi 5000 ekor Kambing dan Memberdayakan 500 Peternak Tuban

Alhamdulillahirabil’alamin, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang karena rahmat-NYA kami senantiasa berada dalam semangat menyebar kebaikan. Pelaksanaan Kurban 1435 telah tertunaikan dengan baik, lancar dan sukses, menyisakan kenangan dengan berbagai cerita bahagia karena mampu menjadi sarana terjalinnya nilai nilai persaudaraan antara pekurban dengan masyarakat di desa.


Kurban tahun ini sudah berlalu kini saatnya untuk kembali melanjutkan cita-cita besar untuk menggapai visi membangun dan mengembangkan peternakan lokal melalui inovasi cerdas dibidang peternakan khususnya peternakan kambing domba. Cita-cita besar ini mulai menampakan harapan di akhir tahun ini dimana Negeri Ternak Indonesia yang berkolaborasi dengan Sahabat Ternak dan bersinergi dengan Perhutani KPH Tuban bersepakat untuk menggunakan sebagian lahan perhutani yang dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan.

Peternakan yang sedang dibangun ini mengusung ide dan konsep yang sangat jelas, yaitu sebuah usaha pengembangan peternakan yang lebih dari sekedar beternak. Ada dua konsep yang menjadi ide pengembangan peternakan oleh Negeri Ternak Indonesia dan Sahabat Ternak di kota Tuban, yang pertama yaitu konsep edukasi peternakan yang diwujudkan dengan pembangunan area sentra peternakan dengan nama “Sekolah Negeri Ternak” dan yang kedua konsep pemberdayaan peternak yang diwujudkan melalui pembangunan korporasi peternakan rakyat.

Konsep edukasi peternakan melalui pembangunan area sentra peternakan yang didirikan di atas lahan kurang lebih 1 ha, kedepannya area ini akan di gunakan sebagai wilayah inti yang terintegrasi dengan nama “Sekolah Negeri Ternak”, terdiri atas lokal perkandangan yang menjadi fungsi atas kegiatan sekolah lapang peternakan baik untuk belajar beternak, bisnis ternak maupun untuk mempelajari program pemberdayaan masyarakat berbasis ternak. Selain itu juga berfungsi untuk kunjungan wisata maupun riset dibidang peternakan ataupun kegiatan yang terkait.

Konsep pemberdayaan peternak yang diwujudkan melalui pembangunan korporasi peternakan rakyat menuntut komitmen Sahabat Ternak dan Negeri Ternak Indonesia untuk membangun korporasi peternakan rakyat yang terbaik di Indonesia dengan target populasi kambing domba 5.000 ekor yang dapat memberdayakan minimal 500 KK dalam kurun waktu 3 tahun kedepan. Upaya Melibatkan dan menggandeng para peternak lokal mutlak di perlukan mengingat potensi kebutuhan yang sangat tinggi dan potensi peternak “gurem” lokal yang bagus dalam budidaya apabila didampingi dengan baik.

Kedua konsep diatas menjadi motivasi besar yang mendorong kami untuk senantiasa berfikir, bekerja dan mengevaluasi diri setiap saat, karena dalam pandangan dan penilaian kami sektor peternakan di negeri ini masih sangat potensial untuk dikembangkan.